By SMART TECHNICAL ANALYSIS GROUP
(M. Vernest, K. Goh, K. Calder, A. Sim, J. Barton, M. Smith, B. Budiman, D. Cunningham)
WAITING FOR BONUSES (Part 2)
IHSG pada perdagangan hari ini ditutup menguat ke level 4,106.073 atau naik 17,441 points (0,91 %). Saham-saham yang mampu menjadi leader IHSG adalah BBNI, ENRG, ASII, BUMI, BMRI, BHIT, PGAS, ADMG, INDF, TLKM, CPIN, DEWA, GJTL, LPKR, BBCA, ITMG, SMGR sedangkan saham-saham yang gagal bertahan di zona positif dan menjadi laggard IHSG pada perdagangan hari ini adalah BBTN, INCO, GGRM.
WAITING FOR BONUSES (Part 2)
IHSG menutup perdagangan pada akhir pekan lalu dengan kembali mencetak new high. Kali ini, IHSG berhasil ditutup di atas level psikologis baru 4,100 tepatnya pada level 4,106. Reboudnya bursa eropa setelah kejatuhan dalam 3 minggu terakhir membuat IHSG berada di atas angin untuk melanjutkan trend kenaikannya.
Selain itu, Dow Jones yang semakin dekat untuk mencetak high terbarunya juga membuat indikasi pasar global sudah kembali pulih pasca ancaman krisis Yunani, Italia, dan juga Amerika Serikat. Sentimen positif lain pun akan menunggu IHSG hingga setidaknya awal Agustus 2011.
Sentimen positif itu jelas masih seputar laporan keuangan emiten semester 1 -2011 yang diperkirakan akan meningkat secara rata-rata 25 % dibanding semester 1- 2010. Tetapi, kondisi IHSG yang sudah rally ini akankah justru memicu adanya potensi koreksi pada pekan ini ? Ya, tentu saja untuk kategori koreksi sehat.
Secara technical, IHSG sudah berhasil menyentuh dan bahkan melampaui resistance 4,100 dan seharusnya akan berlanjut mengalami kenaikan hingga 4,250-4,350 dalam jangka menengah. Koreksi yang kami maksudkan disini adalah lebih ke dalam fase “throwback” yang pada umumnya hanya berkisar 1-2 %.
Salah satu lembaga pensiun terbesar di Amerika Serikat yang berasal dari California dikabarkan sudah mulai meng-inject masuk dana mereka di saham-saham blue chip. Ini tentunya akan menjadi katalis positif selanjutnya bagi IHSG untuk terus melanjutkan rally pasca koreksi sehat ataupun koreksi moderat pada medio agustus 2011.
Saham BUMI dan para koloninya mulai bergerak dengan agresif pada perdagangan akhir pekan lalu. Kenaikan BUMI pada kali ini juga ditopang oleh kenaikan saham saham balancing yang sudah pernah kita prediksikan sebelumnya yaitu TLKM dan juga PGAS. Ini menengaskan bahwa sebenarnya IHSG sudah sulit untuk bergerak naik sebelum mengalami koreksi sehatnya.
Satu keanehan yang terjadi adalah di saat saham-saham balancing seperti BUMI, TLKM, dan PGAS mulai bergerak naik, justru saham ASII ikut terkerek naik. Secara teori, ASII semestinya akan cenderung melawan gerakan BUMI, TLKM, dan PGAS. Namun, setidaknya dari fenomena ini kita bisa mendapatkan kesimpulan bahwa IHSG mulai memasuki masa mark upnya.
Inilah mengapa kami mengatakan bahwa sebenarnya setelah IHSG menembus level 4,100, kenaikan IHSG selanjutnya hingga sekiranya level 4,150 adalah merupakan bonus dari sang Bozz. Dalam kondisi seperti ini, akan lebih baik bila anda menahan saja saham saham blue chip sambil menunggu waktu yang tepat untuk melakukan profit taking.
Jika ingin melakukan pembelian secara besar-besaran maka akan lebih baik menunggu saat koreksi pada bulan Agustus 2011. Berdasarkan data riset B. Budiman dan J. Barton, IHSG hanya sekali mampu mencatatkan kenaikan dengan mantap tanpa adanya koreksi tajam, yaitu pada tahun 2006 dalam kurun waktu tahun 2000-2010.
Strategi kami untuk pekan ini masih sama seperti pada pekan lalu yaitu HOLD safe heaven stocks seperti ASII, BBRI, BBCA, BMRI, JPFA, CPIN, INDF, dan UNTR. Hold atau akumulasi saham saham seperti TBLA, INDS, CFIN, CLPI, AISA, EKAD. Jika ingin melakukan trading, maka saham saham seperti GJTL, INDF, BMRI, JPFA, INDS bisa menjadi pilihan.
Bahana : BDMN
2Q11 performance
Bank Danamon (BDMN) registered 1H11 net profit of IDR1.47t (+2.8% yy), in line with our expectation but below market consensus, accounting for approximately 44.1% and 42.3% of our and full-year market estimates respectively. This implied 1H11 ROE of 16.5% vis-à-vis 18.0% in 1H10.
BDMN’s 2Q11 net profit contracted 6.9% q-q to IDR710b, with NIM of 9.8% vis-à-vis 10.2% in 1Q10. The pressure in margin was due to: 1) the decline in the proportion of higher yielding loans (i.e. mass market) to total loans, 2) competitive loan pricing, 3) lower yields on government’s variable recap bonds and 4) higher funding cost. The bank recorded 2Q11 average yield on earnings assets of 15.5% (-30bps q-q) while the cost of funding crawled up to 5.7% from 5.6% in 1Q11. Note that loans to mass market accounted for 57.3% of 2Q11 loan portfolio vis-à-vis 58.0% in 1Q11.
2Q loans grew 7.9% q-q, bringing ytd loan growth of 12.3% to reach IDR92.8t. In contrast, the third party funding grew by only 1.3% q-q or 3.2% ytd, boosting LDR to 111% in 2Q11 from 104% in 1Q11.
Outlook
Despite 2Q11 weak result, the improvement in earnings is anticipated in the subsequent quarters as loans are expected to remain strong. The management revised 2011 loan growth target to 22-25% from 20-22% previously. Additionally, BDMN has targeted its long term loan growth to move ahead, at least, in line with the industry’s average. Its recent intention to enhance its capital base via rights issue should support this loan expansion while complying with BI’s 78-100% LDR linked reserve requirement.
Recommendation and valuation
We retain our Hold recommendation on BDMN with target price at IDR6,500, implying 2012 P/BV of 2.4x (prior to rights issue). HOLD.
Credit Suisse : BORN
Volume at risk, price is calming down
■ Downgrade to NEUTRAL. We downgrade BORN from Outperform to NEUTRAL and revise down our earnings forecast by 18% for 2011E and 6% for 2012E on weak sales. We lower our sales volume from 3.2 mn tonnes to 2.8 mn tonnes, as we now expect continuous delays in shipments due to: (1) pricing negotiation and (2) more challenging logistics to deliver products during the dry season in 3Q11E. We revise down the short-term price from US$313/t to US$291/t for 2011E.
■ Short-term downside risks to consensus. We expect 1H11E sales volume to come below expectations, while production remains on target. Given uncertainties in pricing and minimal contracted volume, continuous pricing negotiation (as BORN is in the process of establishing its brand) may cause delayed sales. In addition, as we enter into the drought season in 3Q, BORN will be able to ship less, given the occasional low water level on the upper north part of the river.
■ Expect volume to remain weak in 2Q and 3Q. We expect 2Q and 3Q sales volumes to remain below market expectation of 3.0–3.5 mn t. Given that we expect little upside on price in 3Q–4Q, we believe there will be little catalysts to boost the share price.
■ Valuation. We decrease our target price from Rp1,900/share to Rp1,600/share based on 16x 2011E P/E, and revise our rating from Outperform to NEUTRAL. Given potential temporary weakness in the share price from volume disappointment, while we do not expect significant price support, we prefer thermal coal play at this time. We expect thermal coal price to strengthen in 4Q11, as well as improved weather to boost thermal coal players’ share prices. We recommend investors to switch to thermal.
RADAR BANDAR 25 JULY 2011 :
Format Radar Bandar : (Kode Saham) (Tingkat keamanan) (Buy Point) (Target Profit) (Stop Loss). Kami bisa suatu saat tidak memberikan karena alasan keamanan, maksimal kami memberikan adalah 5 pilihan dan mohon hanya menggunakan maksimal 10 % dana anda.
Tingkat keamanan :
A (Saham masih dalam tahap akumulasi)
B (Saham sudah mulai breakout)
C (Bandar mulai memark up harga)
D (Bandar mulai menjual)
1. EKAD (A) (550-560) (600-610) (530)
2. INDS (B) (6,200-6,250) (6,850-6,900) (5,900-5,950)
Analyst’s Pick
1. M. Vernest : GJTL
2. K. Calder : SGRO
3. K. Goh : TBLA
4. J. Barton : INDF
5. B. Budiman : INDS
SUPER ALERT : BILA IHSG MENEMBUS DAN DITUTUP DI BAWAH LEVEL MA 36 DI LEVEL 3,888, EXIT FROM THE MARKET
Saham-saham Balancing Stocks : (NEW LIST)
1. ASII
2. BBCA
3. BBRI
4. BUMI
5. BMRI
6. KLBF
7. INDF
8. GGRM
9. INTP
10. PTBA
REKOMENDASI : BUY AND HOLD
10 TOP PICKS ( REVISI AKAN DI-RELEASE PER 14 AGUSTUS 2011) :
Kami membuat daftar 10 saham pada Special Report kemarin berdasar pada kombinasi aspek fundamental dan technical, jika ada saham-saham yang sudah OVERTARGET atau mendekati LONG TERM TARGET, maka kami akan melakukan revisi target di saham itu, apakah pantas untuk di-upgrade atau hatrus dipertahankan targetnya, yang berarti saham tersebut sudah kemahalan dan layak JUAL, Kami akan melakukan update per saham pada setiap bulannya, baik itu target, saham, dan rating-nya.
Jika memang ada saham yang gagal memenuhi syarat-syarat kami, kami akan mengeluarkan saham tersebut dari list dan mengganti dengan yang baru.
PASTIKAN SAHAM YANG ANDA BELI TETAP BERADA DI 10 TOP PICKS LIST.
TOP PICKS : (For Swing Trader not for Intraday Trader)
Note : SWING TRADING
1. INDF
2. GJTL
3. TBLA
4. SGRO
5. INDS
6. CPIN ( Watch List )
7. ASII ( Watch List )
8. JPFA (Watch List)
9. EKAD (Watch List )
10. BMRI (Watch List )
Trading Plan :
Aggressive : 70 % Stocks, 30 % Cash
Conservative : 60 % Stocks, 40 % Cash
Defensive : 50 % Stocks, 50 % Cash
Cutloss level : 8 %
GBU ALL
Have an AMAZING and BLESSED TRADE
SMART TECHNICAL ANALYSIS GROUP
Smart Technical Analysis Group’s Research Team:
President Director & Head Research : B. Budiman
Fundamental Analysts : M. Vernest, K. Goh
Technical Analysts : J. Barton, K. Calder
Bandarology Analysts : A. Sim, M. Smith, D. Cunningham
Info : smarttechnicalanalysis.com
IHSG :
- IHSG mendekati upper channel resistance sepanjang tahun 2011 pada level 4,110
- Potensi kenaikan IHSG masih terbuka hingga setidaknya range 4,150
- Stochastic dan MACD mulai kembali bergerak dalam momentum bullish
- Volume dalam 3 hari perdagangan terakhir meningkat di atas VMA 20 days
- Speculative Buy. Support : 4,050. Resistance : 4,140-4,150
GJTL :
- GJTL break all time high resistance dan berpotensi mela njutkan kenaikan
- Breakout didukung dengan peningkatan volume di atas VMA 20 days
- MACD histogram membentuk bar yang lebih tinggi dibandingkan hari sebelumnya
- Stochastic kembali golden cross pada overbought area
- Trading Buy. Best Buy : 3,375-3,400. Add : Break 3,500. Stop Loss : 3,225
INDF :
- INDF kembali rebound di alligator lips dan membuka potensi untuk break high
- Volume mengalami peningkatan di atas VMA 20 days
- Baik MACD maupun Stochastic berpotensi bergerak golden cross dalam beberapa hari kedepan
- INDF berpotensi break symmetrical triangle pattern ataupun pennant pattern (bullish)
- Trading Buy. Best Buy : 5,950-6,000. Add : Break 6,100. Stop Loss : 5,700
TBLA :
- TBLA membentuk candlestick doji star (reversal sign)
- Koreksi TBLA dalam 4 hari terakhir semakin hari semakin mengalami penipisan secara volume sehingga memberikan tanda bahwa TBLA masih dalam kondisi bullsh
- TBLA memiliki support minor kuat pada area 680 selama 3 hari terakhir
- Momentum MACD dan Stochastic sedang melemah
- Trading Buy. Best Buy : 680-690. Add : Break 710. Stop Loss : 660
INDS :
- Koreksi pada buy fractal 6,250 tidak didukung dengan volume yang berarti dan bahkan sangat tipis
- Support 6,000-6,050 sangat kuat untuk menahan tekanan jual lebih lanjut
- Alligator dan Moving Average masih berada dalam trend bullish
- MACD dan Stochastic berada dalam kondisi death cross
- Speculative Buy. Best Buy : 6,200-6,250. Add : Break 6,700. Stop Loss : 6,000
SGRO :
- SGRO breakout strong resistance 3,650
- Volume pada saat breakout didukung dengan volume di atas VMA 20 days
- MACD slip dan melanjutkan trend kenaikannya dalam posisi golden cross
- Stochastic golden cross di dalam overbought area
- Trading Buy. Best Buy : 3,650-3,675. Add : Break 3,725. Stop Loss : 3,500






0 komentar:
Posting Komentar